Translate

Sabtu, 24 Agustus 2019

PUISI TOLERANSI

Malih



Malih, kaukah itu?
Mengetuk pintu di pagi yang sendu
Malih, saya di dalam bersama Guru
Membersihkan kotoran pikiran yang tak berbau

Masuklah, saya mendoakanmu kembali
Benar-benar kembali
Ingat Malih, ini bumi pertiwi
Tempat untuk saling menghargai

Semilir angin di pagi hari
Ketika kita menatap Slamet bersama
Gemericik  air di dekat kali
Ketika kau membantuku tanpa memicingkan mata

Obor api di malam hari
Sebagai saksi penggemblengan diri
Sebongkah asa yang tercipta
Meronta  agar segera ada

Malih, sadarlah!
Gapai asamu kembali
Tak perlu ikut membelah
Mari menanam Pancasila pada insan negeri



Karya:
Azizah Nuzulul Rohmah








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Contoh Teks Biografi   Desy Rufaidah lahir di Banyumas, 3 Desember 1989. Ia adalah seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swas...