Malih
Malih, kaukah itu?
Mengetuk pintu di pagi yang sendu
Malih, saya di dalam bersama Guru
Membersihkan kotoran pikiran yang tak berbau
Masuklah, saya mendoakanmu kembali
Benar-benar kembali
Ingat Malih, ini bumi pertiwi
Tempat untuk saling menghargai
Ketika kita menatap Slamet bersama
Gemericik air di dekat kali
Ketika kau membantuku tanpa memicingkan mata
Obor api di malam hari
Sebagai saksi penggemblengan diri
Sebongkah asa yang tercipta
Meronta agar segera ada
Malih, sadarlah!
Gapai asamu kembali
Tak perlu ikut membelah
Mari menanam Pancasila pada insan negeri
Azizah Nuzulul Rohmah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar